Pada hari ini Senin tanggal 25 Agustus 2025 Dinas Perkebunan kabupaten Bengkalis mengirimkan 9 orang peserta pelatihan yang akan mengikuti pelatihan penguatan kelembagaan di hotel Novotel jalan Riau Pekanbaru. Acara yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor ini dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan provinsi Riau Dr. Syahrial Abdi AP. M.Si yang akan berlangsung selama 10 hari mulai dari tanggal 25 Agustus sampai 4 September 2025.
Pelatihan ini merupakan penutup dari rangkaian 10 jenis pelatihan peningkatan SDM perkebunan tahun 2025 yang telah diikuti sebanyak 357 orang peserta dari kabupaten Bengkalis, yang telah didaftarkan pada tahun 2024.
Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara pelatihan ini, Kepala Dinas Provinsi menyampaikan bahwa perkebunan sawit merupakan penyumbang ekonomi terbesar di provinsi Riau selain migas karena perubahan harga sawit akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, hal ini dapat dilihat bila harga naik maka showroom mobil akan ramai dan indent barang, tapi kalau harga sawit turun maka akan menyebabkan masyarakat ramai ke pegadaian. Akan tetapi salahsatu masalah yang dihadapi adalah lemahnya kelembagaan di tingkat petani.
Dinas perkebunan kabupaten Bengkalis terus berupaya agar pekebun sawit kabupaten Bengkalis memiliki kesempatan lebih besar utk mengikuti pelatihan seperti ini, hal ini diwujudkan dalam bentuk sosialisasi teknis peningkatan SDM perkebunan untuk tahun 2026 yang sudah dibuka dari awal juli hingga akhir Oktober 2025 untuk mengikuti pelatihan tahun 2026.
Kepala dinas perkebunan Kabupaten Bengkalis Mohammad Azmir S.Hut T. M.Sc. menyampaikan bahwa ini kesempatan emas bagi kita untuk meningkatkan SDM pekebun melalui pelatihan di tengah efisiensi pembiayaan, dengan meraih kesempatan pembiayaan dari berbagai sumber salah satunya bersumber dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini untuk mendorong percepatan peningkatan SDM pekebun sebanyak-banyaknya. Untuk tahun 2026 Dinas Perkebunan menagetkan 500 pekebun untuk dapat mengikuti pelatihan ini sehingga dapat merubah perilaku, keterampilan dan sikap pekebun agar lebih baik lagi dalam teknik budidaya sehingga akan berdampak terdapat peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan semboyan kabupaten Bengkalis bermarwah, maju dan sejahtera.