Siak Kecil, 24 Oktober 2024 – Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis menggelar sosialisasi tentang pendataan perkebunan sawit rakyat dan Dana Bagi Hasil Sawit di kantor camat Siak Kecil. Acara ini dihadiri oleh Pjs. Bupati Bengkalis, Akhmad Sudirman Tavipiyono, serta pejabat daerah lainnya, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, Ersan Saputra TH, Camat Siak Kecil, Syahnan Adi Kusuma, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, dan Kepala BPKH Wilayah 19, Fernando Sinabutar.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya pendataan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan sektor perkebunan. Ia merujuk pada keputusan Kementerian Pertanian yang mengeluarkan pedoman penerbitan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan (STD-B) sebagai upaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lahan perkebunan. Dengan data yang valid, berbagai kebijakan dan bantuan dapat diarahkan dengan lebih efektif, baik untuk peremajaan sawit rakyat maupun untuk bantuan sarana dan prasarana.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pendataan perkebunan sawit rakyat juga merupakan langkah penting menuju sertifikasi ISPO, yang menjamin keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ia mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam pendataan ini agar dapat menjawab tantangan dan isu negatif yang sering dihadapi industri sawit, seperti deforestasi dan perubahan iklim.
Kepala Dinas Perkebunan, Mohammad Azmir, menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen untuk mendukung pengembangan perkebunan rakyat demi kesejahteraan masyarakat. Ia berharap sosialisasi ini dapat mempererat kerjasama antara pemerintah dan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan sektor perkebunan.

Camat Siak Kecil, Syahnan Adi Kusuma, juga memberikan sambutan, menekankan pentingnya kolaborasi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan perkebunan. Ia menyoroti peran penting pendataan dalam membantu para petani sawit di wilayahnya agar dapat lebih memahami potensi kebun mereka dan meningkatkan hasil produksi. Camat juga mengajak semua pihak untuk aktif berpartisipasi dalam program-program yang telah disusun demi kesejahteraan bersama.

Sesi narasumber diisi oleh Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, yang membahas pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk pendataan perkebunan. Selain itu, Kepala BPKH Wilayah 19, Fernando Sinabutar, menjelaskan mengenai penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif, memberi kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan terkait program yang dilaksanakan. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan sektor perkebunan di Kabupaten Bengkalis.
